20 - 22 April 2010 ANCORA PRO SERIES II 2010 Imperial Golf Karawaci, 20 - 22 April 2010
05 - 08 May 2010 KARIZA INDONESIA CHAMPIONSHIP Gading Raya Golf Course, 05 - 08 May 2010
Evaluasi Pelanggaran Peraturan saat Camry Invitational 2008
Jeffry Harianto:
Masih saja ada pegolf profesional yang mengedrop dengan cara yang tidak benar, seperti yang diarahkan Peraturan: "Berdiri dengan tegak, rentangkan lengan dengan lurus setinggi bahu, bola kemudian dijatuhkan". Jika pemain mengedrop dengan cara yang salah (misalnya lengan tidak setinggi bahu atau kakinya ditekuk) tanpa memperbaikinya kemudian telanjur melakukan pukulan pada bola tersebut, pemain dikenai penalti satu pukulan. Bagaimanapun, saat itu pemain sempat dicegah sesuai yang dibolehkan Per. 20-6 dan diminta untuk mengulangi mengedrop dengan cara yang benar tanpa penalti.
Karena lalai tidak membaca Peraturan Setempat yang menyatakan bahwa semua taman bunga/tanaman penutup tanah adalah GUR untuk turnamen Camry Invitational 2008, pemain mengambil penalti satu pukulan berdasarkan Per. 28c--Bola Tak-Dapat-Dimainkan. Jelas ini merugikannya karena sebenarnya dia berhak atas pembebasan cuma-cuma. Namun, karena bola sudah keburu dimainkan dan didrop sesuai suatu Peraturan dengan benar, penalti tetap diberlakukan. Hal ini tidak hanya terjadi atas seorang pemain, tetapi beberapa pemain. Jadi, kebiasaan tidak membaca Ketentuan Pertandingan, Hard Card, Local Rules tentunya bukan sikap yang profesional dan sudah sepantasnya diubah.
Ray Hindarto:
Juara bertahan, Stephen Lindskog saat mencari bolanya yang terdengar membentur pohon menginjak bolanya di dalam rough. Meski tentunya si pemain melakukannya dengan tidak sengaja Peraturan tetap saja menjatuhkan penalti satu pukulan dan bola harus dikembalikan ke tempat semula. Banyak pemain mengira jika bola bergerak tanpa sengaja di rough, mereka bebas penalti. Yang benar, kalau bola bergerak tanpa sengaja saat mencari bola yang TERTUTUP benda alam lepas, air atau pasir di rintangan, GUR atau di obstruksi, atau saat mengukurnya di atas green, memindahkan obstruksi lepas, memperbaiki sumbat lama atau bekas jatuhan bola di green tidak ada penalti.
Maan Nasim menemukan bolanya di bawah tanaman lanskap yang letaknya di luar batas rintangan-air setelah memukul bola pukulan keduanya di par 5 lewat green. Meski tanaman di tepi batas rintangan pada umumnya dimasukkan ke dalam batas rintangan, tetapi karena deretan patok-patok merah jelas berada di bawah dan taman berada di luar (tidak ada garis merah) penulis memberinya pembebasan dikarenakan tanaman lanskap tersebut adalah GUR di sepanjang lapangan.
Pemain meminta ruling karena bolanya ditemukan di tengah-tengah tanaman lanskap, lebih berat, menjauh ke arah rough. Yang ditanyakan apakah TPT-nya bisa ditawar. Maunya ke samping ke sisi fairway atau ke belakang (seperti pada bola tak-dapat-dimainkan, pilihan Per. 28b).
Sesungguhnya TPT-nya akan berada di sisi rough sehingga jika pemain mengambil pembebasan, ia malah akan lebih sulit memukulnya karena harus melewati pohon-pohon yang tinggi. Akhirnya, setelah dijelaskan bahwa TPT-nya hanya ada satu titik, tambahan pula namanya Titik Pembebasan Terdekat bukan Titik Pembebasan Terenak, pemain memutuskan memainkan bolanya sebagaimana letaknya.
Yang memprihatinkan, sesama kompetitornya yang baru mengikuti lokakarya sehari PGPI rupanya belum juga mengerti apa yang dimaksud dengan Titik Pembebasan Terdekat.
Corry P. Rusdi:
Zainuddin Syfii memainkan sebuah bola provisional karena menduga bolanya hilang, tetapi ternyata bola tersebut ditemukan. Letak bolanya ternyata tak-dapat-dimainkan di semak-belukar. Pemain bertanya apakah dia boleh memainkan bola provisionalnya, lalu saya jawab, "Tidak boleh," karena bola semulanya ditemukan walaupun di letak tak-dapat-dimainkan. Pemain harus tetap melanjutkan permainannya dengan bola semula. Ketika bola semula ditemukan saat itu pun bola provisional menjadi batal alias tak berlaku lagi (out of play).
1. Zulharmen Tabusalla, 2. Stephen Lindskog, 3. Rawi Cander, 4. ??? (tidak tahu namanya) hendak memainkan bola yang dianggapnya tak-dapat-dimainkan dari tanaman lanskap atau tanaman penutup tanah yang dinyatakan sebagai GUR memakai Peraturan 28 (Bola Tak-Dapat-Dimainkan), tetapi sempat dicegah O.R. dan mengingatkan kepada mereka bahwa taman itu adalah GUR. Namun, para pemain ternyata tidak mengetahui cara mencari Titik Pembebasan Terdekat (TPT) dan bertanya bagaimana prosedur yang benar. O.R. membantu mereka mengarahkan prosedurnya menentukan TPT yang benar.
Hanafi Thalib: Tidak ada ruling.
Andi B. Lubis:
Sama seperti Pak Jeffry, saya juga menemukan lebih dari 10 pemain pro yang tidak menyadari bahwa flower beds (tanaman lanskap) adalah GUR menurut Per. Setempat pada turnamen Camry Invitational 2008. Kebiasaan buruk yang amat merugikan para pegolf profesional Indonesia yaitu keengganan membaca semua ketentuan dan aturan main. Yang mengejutkan, pegolf pro kita yang termasuk ranking 3 besar malah mempertanyakan mengapa baru pada hari kedua mereka diingatkan masalah flower beds adalah GUR oleh starter. Sepertinya itu adalah tanggung jawab Komite untuk mengingatkan mereka dan bukan tugas para pro untuk membaca sebelum turnamen dimulai. Memprihatinkan, bukan? Belum lagi para pro kita memang masih harus benar-benar mengejar ketertinggalannya dari rekan-rekan pro mereka dari luar yang sudah hafal cara/prosedur mencari TPT dengan benar.
Bola Ronald Singh saat mendarat dipukul dari tee pada hole 15 rupanya jatuh dalam seonggok gemuk (grease), mungkin bekas kendaraan pemeliharaan, melekat pada bolanya dan karenanya dia meminta pembebasan dari situasi demikian. Pendapat kedua (second opinion) dimintakan dari Chief Referee (Ibu Corry P. Rusdi) yang mengonfirmasikan pendapat saya bahwa gemuk/tanah liat adalah situasi yang bisa saja terjadi kepada siapa saja dan pemain harus memainkan bolanya sebagaimana adanya--tidak diberikan izin untuk membersihkan. Tambahan pula, amat sulit memastikan apakah itu benar-benar gemuk, tanah liat, atau benda alam lepas lainnya.Oleh karenanya, keputusan hendaknya tidak menguntungkan si pemain. Tentunya dia boleh-boleh saja membersihkan bolanya saat bolanya berada di atas putting green.
Pada hole 7 pemain memukul bolanya dari balik bukit (pukulan kedua) dan memperkirakan bolanya mungkin masuk flower bed, tetapi dia sendiri tidak meyakininya. Setelah dicari-cari, bola tidak ditemukan. Karena tidak ada kepastian bolanya yang belum ditemukan hilang di GUR (flower bed)--unsur "jelas diketahui" atau "hampir dapat dipastikan" tidak terpenuhi, pemain harus memberlakukan peraturan bola hilang: Per. 27-1 (penalti pukulan dan jarak) dan kembali ke letak bola semula saat memainkan pukulan keduanya.
Jane P. Supriadi:
Pemain amatir, Clement Sadeli bolanya masuk rintangan-air-menyamping di samping green hole ke-17. Bukannya mengambil pembebasan merujuk titik perpotongan bola terakhir kalinya dengan batas rintangan, dia malah mengukur dua panjang-klab merujuk pinggir kolam. Saya meminta dia mengoreksi dan mengambil pembebasan merujuk titik perpotongan bola dengan batas rintangan secara benar.
Pegolf pro Stephen Lindskog yang saat ingin mengambil pembebasan dari cartpath (obstruksi permanen) minta dipandu mengambil pembebasan. Jadi, kami suruh dia mencari TPT-nya terlebih dahulu dengan menyimulasi pukulan menggunakan klab yang direncanakan akan dipakai, kemudian setelah TPT-nya diberi tanda mengukurkan satu panjang-klab dari TPT itu untuk area mengedrop bola. Setelah mengedrop dengan benar dan kami memastikan dia sudah tidak lagi menginjak cartpath, dia dipersilakan melakukan pukulannya.