NEWS
 
  20 - 22 April 2010
ANCORA PRO SERIES II 2010
Imperial Golf Karawaci,
20 - 22 April 2010
 
  05 - 08 May 2010
KARIZA INDONESIA CHAMPIONSHIP
Gading Raya Golf Course,
05 - 08 May 2010
 
 
DROP ZONE MENGGUNAKAN LAPIK ARTIFISIAL (MATS)

Rekan2 PPG,

Saya mendapat balasan dari the R&A (Kevin Barker) hari ini, 15 April 2009, yang mengkonfirmasikan bahwa Peraturan Setempat (Local Rules) menggunakan lapik (mats) dan dengan menaruh bola di atasnya DIBOLEHKAN untuk Drop Zone – Zona Drop (Jadi tidak dengan mengedrop, melainkan bola ditaruh!)

Sekaligus dia berikan bunyi (wording) Per. Setempatnya (Local Rule) sebagai berikut:
Placing on Mats (Drop Zone):
“A player may place his ball only once and it is in play when it has been placed. If the ball fails to come to rest on the spot on which it was placed, Rule20-3d applies. If the ball when placed comes to rest on the spot on which it is placed and it subsequently moves, there is no penalty and the ball must be played as it lies, unless the provisions of any other Rule apply.”
“ Pemain hanya boleh menaruh bolanya satu kali saja dan bola berada di dalam permainan ketika bola sudah ditaruh. Jika bola tidak berhenti di tempat bola ditaruh, Peraturan 20-3d berlaku. Jika bola ketika ditaruh berhenti di tempat bola ditaruh dan selanjutnya bergerak, tidak ada penalti dan bola tersebut harus dimainkan sebagaimana letaknya, kecuali berlaku ketetapan Peraturan lain.”

Komentar Ray:
Mengapa ditaruh dan bukan didrop?
Ditaruh dan bukan didrop karena kalau didrop besar kemungkinan bola akan terpantul dan bergulir ke luar lapik. Jadi bukankah tujuan penggunaan lapik menjadi mubazir!
Bagaimana pun juga, meski ditaruh, toh tidak akan ada pengaruh, karena permukaan lapik di manapun sama saja, berbeda kalau di atas rumput sesungguhnya.

Penggunaan lapik (mats) sudah umum digunakan di Singapore, Malaysia, meski sepertinya belum disepakati oleh the USGA. Karena Indonesia berada di bawah jurisdiksi the R&A, kita seyogianya tunduk pada the R&A.
Lapik memakai bahan artifisial (karpet rumput buatan) yang amat bermanfaat karena tidak high maintenance. Biasanya Ball Drop Area atau Drop Zone sering kali malah penuh divot yang diisi dengan pasir, jadi pemain yang mengedrop di Drop Zone sepertinya kena penalti lagi.
Oleh karenanya, greenkeeper terpaksa harus sering2 memindah2kan area Drop Zonenya.

Dengan menggunakan lapik (mat) masalah ini dapat diatasi, pemain happy, greenkeeper juga bisa tersenyum.

Tabik, Ray Hindarto  – Bandung 15 April 2009

As a PS: Tolong di forward ke kawan2 pengurus lapangan golf ya!