Download hasil lengkap
Walaupun tidak memimpin ronde pertama dalam kejuaraan Emeralda Mercedes-Benz Golf Tournament yang dimainkan di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Bogor, pegolf Pro asal Aceh, Junaidi Ibrahim akhirnya menjadi juara, setelah membukukan skor 142 (73-69).
Berada di posisi ke sebelas pada ronde sebelumnya dan mengawali permainan hari terakhir dalam empat group mendahului pimpinan klasemen hari pertama, Junaidi, pegolf pro yang sempat disponsori oleh MetroGolf itu, berhasil mengungguli sekitar 100 pemain lainnya untuk merebut gelar juara dan sekaligus memenangkan hadiah uang sebesar Rp24 juta dari total hadiah uang senilai Rp 150 juta yang disediakan panitia bagi para pegolf profesional Indonesia.
Junaidi Ibrahim yang menduduki posisi ke-7 pada Order of Merit dalam musim kompetisi 2009 dan juga menjadi juara Raharja-Widarsa Memorial di Bandung, ternyata mampu membuktikan dirinya masih sebagai salah satu pemain terbaik negeri ini. Dengan ketenangannya, kendati membuat bogey di hole 3 namun mampu mencetak 2 birdie masing-masing di hole 5 & 7 dan membukukan 35 atau 1-under untuk 9 hole pertama.
Pada 9 hole kedua, ia membuka dengan 2 birdie di hole 10 & 12, namun harus menelan pil pahit di hole 13 par-3 dengan merasakan bogey, yang dibayar lagi dengan birdie di Par-5 hole 17 untuk menutup dengan skor 34. Dengan perolehan ronde kedua 69 tersebut dan total perolehan 2-under, Junaidi memastikan pimpinan clubhouse. Sementara itu, pegolf asal Aceh juga, Ilyasyak yang bermain satu group dibelakangnya, yang sama-sama mengumpulkan skor 2 under hingga hole 17, tidak berhasil memaksakan playoff, setelah membuat bogey di hole 18 akhirnya harus puas dengan kedudukan kedua.
Pada saat kedua pemain tersebut telah menyelesaikan permainannya, pemain harapan yang baru beralih menjadi profesional, setelah mempersembahkan medali perunggu dalam Sea Games Laos ketika masih menyandang status amatir, Benny Kasiadi, yang sempat memimpin pertandingan dengan 4-under hingga hole 10, ternyata membuat bogey di hole 11. Kecelakaan terjadi lagi di hole 14, ketika pukulan keduanya melenceng ke kanan ke dekat carpath yang mengakibatkan ia tidak dapat mengontrol pukulan ketiganya yang berhenti sekitar 5 meter dari lubang.
Setelah membuat bogey di hole 14, ia sekali lagi membuat kesalahan pukulan tee-shot yang terhenti di rough sebelah kiri fairway hole 15. Mencoba untuk mendekati lubang yang terletak di bagian belakang green, pukulan keduanya melesat melewati green. Sayang, chipnya hanya berhenti sekitar 3 meter dari lubang dan menutup hole 15 dengan 2 putt untuk bogey, dan total 1-under, terpaut 1 stroke di belakang Junaidi Ibrahim yang telah selesai bermain.
Kesempatan emas yang diperoleh putra pemain legendaris Indonesia, Kasiadi, terjadi di hole 17 Par-5, setelah mendaratkan pukulan ketiganya sekitar 2 meter dari lubang. Namun sayang, puttingnya melenceng sehingga ia harus puas dengan par. Demikian pula di hole terakhir, setelah permainan terpaksa ditunda untuk beberapa menit akibat hujan yang kembali mengguyur Emeralda, Benny berhasil mendaratkan pukulan drivenya di tengah fairway sekitar 160 meter dari lubang. Dan akibat kelembaban udara, Benny tak mampu mengukur pukulan keduanya dengan baik, dan berhenti sejauh 7 meter sebelum lubang, sebelum menutup permainannya dengan 2 putt untuk total ronde kedua even par atau 72.
Dengan demikian, Benny Kasiadi yang hampir saja membuat sejarah baru sebagai rookie player yang dapat memenangi kejuaraan PGPI Tour, akhirnya harus puas berada di posisi tie-kedua bersama Ilyasyak, dengan perolehan total 143 (71-72). Ayahnya, Kasiadi, dalam kejuaraan ini berhasil menduduki posisi tie-35 dengan total 154 (74-80).
Sementara itu, rekan bermain Benny, yaitu Effendi K yang sempat memimpin di ronde pertama, tidak dapat berbuat banyak. Dengan 2 birdie dan 4 bogey ia menutup pertandingan dengan total perolehan 144 (70-74). Kendati demikian, dari dua pertandingan awal dalam musim kompetisi 2010, Effendi K. masih memimpin order of merit dengan total perolehan uang sebesar Rp 27,7 Juta, berkat kemenangannya di turnamen Pelindo I, Medan, minggu sebelumnya. Sementara, Junaidi berada di posisi kedua dengan total Rp27,3 juta.
Dalam kejuaraan ini, Player of the Year 2009, Maan Nasim berhasil membuat hole-in-one di hole 8. Dengan pukulan As-nya tersebut, Maan berhasil memperoleh hadiah uang tambahan sebesar Rp3 juta dari panitia. Dalam turnamen ini, Maan berada di posisi 5 terbaik, setelah membukukan skor 146 (75-71). Dan puteranya yang baru beralih menjadi pro, Dera Mahendra Nasim, berada pada posisi tie-27 dengan skor 153 (78-75).
Emeralda Mercedes-Benz Golf Tournament 2010 akan diakhiri dengan digelarnya Turnamen Pro-am yang berformatkan team event, hari ini, Kamis 4/2/10.